Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih mulia daripada 1.000 bulan. Malam yang sangat sangat istimewa terjadi setiap setahun sekali di bulan Ramadan. Siapapun orang yang beriman pasti menginginkan dirinya beruntung mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab yang berarti malam ketetapan.
Sebab pada malam Lailatul Qadar, Alquran diturunkan sebagai pedoman hidup manusia dan barang siapa yang beribadah di malam itu maka pahalanya akan dilipatgandakan berlipat-lipat. Boleh dikatakan pahala ibadah seseorang sama saja dengan beribadah lebih dari 1.000 bulan atau lebih dari 83,3 tahun.
Maka ketika Ramadan menemui kita, dianjurkan untuk berdoa dan beribadah saat Lailatul Qadar. Insya Allah, berdoa pada malam Lailatul Qadar akan diijabah dan dosa-dosa kita akan diampuni.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadar 3).
Dengan demikian amalan pada Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1.000 bulan. Ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah salat dan amalan pada Lailatul Qadar lebih baik dari salat dan puasa 1.000 bulan yang tidak terdapat dalam Lailatul Qadar. Inilah keutamaan pada Lailatul Qadar yang sangat luar biasa.
Pada malam itu, para malaikat dan Ar Ruuh atau Jibril ‘Alaihis Salam turun. Allah Ta’ala berfirman;
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar 4).
Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Alquran, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis zikir, yakni majelis ilmu.
Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap (merangkum) mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. Malaikat Jibril disebut “Ar Ruuh” dan diistimewakan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut. Sebagaimana yang disampaikan Aisyah kepada Rasulullah;
Dari Aisyah RA ia berkata: Saya bertanya, wahai rasulullah, bagaimana jika saya dapat mengetahui malam qadar itu, apakah yang sebaiknya kita ucapkan di malam itu? Jawab beliau: ucapkanlah olehmu ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni kesalahan, maka ampunilah kesalahanku” (HR. Muttafaq ‘Alaihi).
Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat yang membawa rahmat turun ke bumi termasuk malaikat Jibril. Ini mengindikasikan bahwa Lailatul Qadar benar-benar malam penuh keberkahan dan penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Di mana setan tidak bisa berbuat jahat dan manusia hanya bergelut dengan nafsu dirinya sendiri.
Pada Lailatul Qadar takdir tahunan dicatat pada malam qadar ini. Jika ternyata Lailatul Qadar dijadikan rahasia Allah maka kita tidak akan pernah tahu kapan pastinya malam Lailatul Qadar itu datang. Sekalipun begitu, para ulama telah memberikan beberapa penjelasan dan isyarat mengenai datangnya Lailatul Qadar.
Allah berfirman;
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan 4). Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rezeki masing-masing hamba-Nya.
Beberapa pendapat yang lebih bisa dipercaya, Lailatul Qadar turun pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Demikian penjelasan rasulullah; “Rasulullah sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya” (HR. Muslim).
Artinya, tidak semua akan mendapatkan keberkahan itu sebab hanya orang-orang pilihan dan yang bersungguh-sunguh dalam menjalankan ibadah Ramadan akan mendapatkannya. Namun tahukah kita bahwa Lailatur Qadar bisa turun kepada siapa saja tanpa diketahui oleh si penerimanya. Hikmah malam ini memang dirahasiakan agar umat Islam rajin beribadah.
Oleh karena itu, supaya tidak melewatkan Lailatul Qadar, sebaiknya menjaga diri agar bsa menjalankan tarawih selama Ramadan. Selain itu mengerjakan ibadah-ibadah salat malam harinya sampai menjelang sahur. Bahkan dosa setiap orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar akan diampuni Allah. Dari Abu Hurairah, rasulullah bersabda;
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari No. 1901).
Yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan bagi orang yang menghidupkan malam tersebut. Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala dari sisi Allah dan bukan karena mengharap lainnya, misalnya beribadah karena ingin disanjung atau dipuji (riya).
Selain itu, Lailatul Qadar disifati dengan ‘salaam’. Yang dimaksud ‘salaam’ dalam surat Al Qadr ayat 5 adalah;
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر
“Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut, baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain. Bisa berarti juga bahwa pada malam tersebut banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena melakukan ketaatan pada Allah.
Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwasanya keutamaan Lailatul Qadar antara lain;
1. Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Alquran
2. Lailatul Qadar lebih baik dari 1.000 bulan (83,3 tahun)
3. Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan
4. Malaikat dan Ar Ruuh (Jibril ‘Alaihis Salam) turun
5. Lailatul Qadar disifati dengan makna ‘salaam’
6. Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan
7. Dosa-dosa setiap orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah
Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar. Mudahkanlah bisa mengisi Ramadan dengan amalan-amalan sholeh. Jadikanlah kami hamba-hamba yang mampu meraih Lailatul Qadar.

