CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kapolres Bintan, AKBP Febri Guntur Sunoto mengatakan akan meningkatkan aktifitas para Bhabinkamtibmas disetiap lokasi pelabuhan illegal yang ada diwilayahnya. Hal ini ia lakukan untuk memantau agar tidak terjadi aktifitas ilegal di sana.
Salah satu aktifitas yang disorotnya adalah, masuknya aliran radikal asal Philiphina yang saat ini menjadi isu nasional dan internasional terkait kasus Teroris.
“Kita terus mengaktifkan para Bhabinkamtibmas Polres Bintan disetiap lokasi pelabuhan untuk terus memantau agar tidak terjadi aktifitas ilegal di sana,” ujar Guntur, Kamis (8/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, 10 pelabuhan ilegal yang ada di Kabupaten Bintan itu diantaranya, Pelabuhan Masyarakat Sakera di Bintan Utara, 2. Pelabuhan Gentong di Bintan Utara, 3. Pelabuan Masyarakat Sungai Kecil di Teluk Sebong, 4. Pelabuhan Masyarakat Tembeling di Teluk Bintan, 5. Pelabuhan Masyarakat Berakit di Teluk Sebong, 6. Pelabuhan Masyarakat Kawal di Gungung Kijang, 7. Pelabuhan Masyarakat Km 30 Kawal di Gunung Kijang, 8. Pelabuhan Akok Kawal di Gunung Kijang, 9. Pelabuhan Masyarakat Pantai Indah di Bintan Timur dan 10. Pelabuhan Masyarakat Sei Eman di Bintan Timur.
“Saat ini ya salah satu tujuan pengawasan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas disetiap Pelabuhan di Bintan adalah mengantisipasi dan mencegah digunakannya pelabuhan ilegal sebagai jalur pelarian kelompok radikal asal filipina masuk ke negara kita,” pungkasnya. (Ndn)

