CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pengelola sistem kelistrikan di Batam, Bright PLN mengaku pihaknya mengalami kerugian sejak 2014 lalu.
Melalui penyampaian Direktur Utama (Dirut) Bright PLN Batam, Dadan Koerniadipoera diketahui, perusahaan penyuplai daya listrik untuk Batam itu mengalami kerugian hingga menyentuh angka 7,45 miliar setiap bulannya.
“Dan itu telah terjadi sejak 2014. Bagaimana kita menutupi kerugian itu? Ya tentu pakai tabungan kita,” kata Deden, dalam rapat koordinasi bersama para pejabat pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jumat (21/4/2017) lalu.
Saat itu, Walikota Batam, H. M. Rudi, dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga hadir. Tidak ketinggalan, perwakilan masyarakat dari berbagai elemen juga hadir.
Dihadapan seluruh peserta rapat, Dadan menambahkan bahwa pihaknya semakin tergerus dan kesulitan menalangi kerugian tersebut.
Dampaknya, Bright PLN Batam meminta pemerintah pusat (Provinsi, red) untuk menyesuaikan tarif listrik untuk Batam.
“Untuk menalangi dan meningkatkan infrastruktur, makanya kita mintakan penyesuaian TDL di Batam,” imbuhnya.
Menganggap keputusan tersebut sangat memberatkan masyarakat, Walikota Batam langsung berkomentar usai rapat itu.
“Kalau masalah kerugian, itu urusan masing-masing. Tapi jangan sampai karena kerugian itu, masyarakat saya yang dibebankan,” ucap Rudi.
“Jangan susahkan masyarakat saya untuk menutupi permasalahan ini, saya tersinggung,” cetusnya.
Sementara, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menegaskan pihaknya akan segera melakukan pengkajian ulang dan menggelar rapat internal untuk membahas kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di Batam.
“Kita tetap adakan pengkajian ulang, intinya kita selesaikandengan kepala dingin,” tutupnya.

