CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM– Pemanggilan yang dilakukan BP Batam kepada pemegang alokasi lahan yang belum memanfaatkan maksimal lahannya di kawasan Batam Center beberapa waktu lalu, membuahkan hasil.
Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan, dari beberapa perusahaan yang dipanggil itu, tiga diantaranya sudah melakukan presentasi. Dari presentasi itupun, diakuinya ada beberapa yang punya rencana bisnis yang terbilang bagus.
“Seperti Jakarta Intiland, itu akan bangun hotel dan convention. Ada juga dari grup Santika. Akan membangun hotel di Batam,” kata Dwi kepada wartawan, belum lama ini.
Dari presentasi itu, pihaknya pun melihat keseriusan perusahaan tersebut untuk membangun dan memanfaatkan lahannya. Dalam hal ini BP Batam berencana melakukan adendum perjanjian dengan perusahaan tersebut.
“Kalau serius seperti itu, kita kan sudah tahu lahannya akan digunakan untuk apa. Kita akan adendum perjanjiannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Dwi mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan terhadap pemegang alokasi lahan yang lahannya belum termanfaatkan maksimal. Fokus sasarannya masih sama, yakni untuk wilayah Batam Center, Kabil dan Tanjunguncang.
“Setelah Lebaran kita mulai lagi dari Kabil,” kata Dwi.
Iapun mengakui, dari pemanggilan pihaknya beberapa waktu lalu, ada afek positifnya di lapangan. Buktinya ada beberapa perusahaan yang belum lagi dipanggil, namun sudah melakukan komunikasi dengan pihak lainnya, supaya lahan yang mereka pegang alokasi lahannya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Seperti di kawasan Tanjunguncang, rencananya ada satu perusahaan yang bergerak di bidang industri re-cycle kardus akan dibangun di sana.
“Tahap pertamanya butuh 16 hektare, tahap kedua akan dikembangkan jadi sekitar 22 hektare,” ujarnya.
Begitu juga di kawasan Kabil. Walaupun diakui Dwi, industri yang akan dikembangkan di sana rencananya tak terintegrasi seperti Batamindo atau Panbil.
“Tapi intinya ada efek bagusnyalah dari pemanggilan yang kita lakukan,” kata Dwi.
Ia kembali mengingatkan, kalau ketersediaan lahan yang ada di Batam saat ini sangat terbatas. Karena mayoritas sudah dialokasikan kepada pihak lain. Jikapun ada, luasannya terbilang kecil dan itupun tersebar di sejumlah tempat. Sementara banyak investor yang ingin masuk ke Batam namun terkendala soal lahan.
“Karena itu kita akan maksimalkan investor yang ingin masuk ini, kita kolaborasikan dengan yang sudah punya alokasi lahan. Upaya yang kita lakukan sejauh ini kita sudah lakukan pemanggilan, kita berikan surat peringatan. Kalau tidak juga, kita berikan tindakan tegas lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, lahan yang belum termanfaatkan maksimal di Batam saat ini seluas 7.777,01 hektare, dan tersebar di 2.737 lokasi. Yang sudah dilakukan pemanggilan tersebar di 212 lokasi dengan luas 1.816 hektare, dan yang belum dilakukan pemanggilan tersebar di 2.525 lokasi dengan luas 5.960 hektare. Dari angka ini, di antaranya ada yang sudah membangun.

