CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Kepulauan Riau tetap tumbuh positif pada tahun 2026, meski dihadapkan pada tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan persaingan perdagangan internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto mengatakan Pertumbuhan ekonomi Kepri diperkirakan berada pada kisaran 6,4 hingga 7,2 persen, dengan inflasi tetap terkendali di sasaran 2,5 ± 1 persen.
Untuk mendukung hal tersebut, BI Kepri akan terus melaksanakan berbagai program strategis seperti GMP, KURMA, CERNIVAL, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), serta penyediaan uang layak edar melalui program SERAMBI dan SERUNAI.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Kepri tetap berkelanjutan dan inklusif,” tutup Rony.
Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi di Kepri juga berhasil dikendalikan dengan baik.
Pada November 2025, inflasi tercatat sebesar 0,23 persen (mtm) atau 2,31 persen secara year to date, dengan inflasi tahunan berada di angka 3,00 persen (yoy).
Menurut Rony, stabilnya inflasi tidak terlepas dari konsistensi pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta komunikasi yang efektif.
Di sisi lain, sektor perbankan juga terus menunjukkan kinerja yang sehat.
Pertumbuhan kredit, aset, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, sehingga stabilitas sistem keuangan di Kepri tetap solid.
Ke depan, perekonomian Kepri masih dihadapkan pada sejumlah tantangan global, seperti dinamika geopolitik dan persaingan perdagangan internasional.
Namun demikian, peluang tetap terbuka lebar seiring penurunan suku bunga, kepastian regulasi, serta meningkatnya minat investasi.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kepri pada:
- 2025: 6,5 – 7,3 persen
- 2026: 6,4 – 7,2 persen
Sementara inflasi diperkirakan tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1 persen.
“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi menjaga pertumbuhan ekonomi Kepri yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing,” tutup Rony.(dkh)

