CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi tampak sumringah saat meresmikan peluncuran tiga kapal perang (KRI) jenis patroli cepat di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Selasa (10/1/2017).
Ketiga kapal tersebut yakni KRI Tatihu-853, KRI Layaran-854 dan KRI Madidihang-855.
Ketiganya merupakan produksi dalam negeri aliah ‘made in Indonesia’ yang dikerjakan oleh PT Palindo Marine Shipyard Batam.
Kapal-kapal ini akan memperkuat satuan kapal patroli (Satrol) TNI Angkatan Laut dalam menjaga perbatasan teritorial bahari NKRI.
Sebagai bukti kecanggihannya, ketiga KRI itu dipersenjatai dengan senjata berkaliber 12,7 mm.
Diketahui, ketiganya juga akan dilengkapi dengan meriam dengan skala peluru tempur berkaliber 20 mm yang tentunya amat ditakuti di lautan.
“Ya, benar sekali. Kapal ini dipersenjatai alat tempur berkaliber 12,7 mm dan akan dipasang meriam kaliber 20 mm,” kata Laksamana Ade, saat dikonfirmasi dalam peresmian tersebut.
Tak hanya itu, masing-masing kapal patroli cepat berwarna abu-abu itu memiliki panjang keseluruhan 45,5 m, Lebar 7,9 m serta diwarisi kecepatan maksimal 24 knot.
“Untuk kapasitas bahan bakar, bisa menampung 70.00 liter dengan endurance 6 hari pelayaran,” tuturnya.

Dengan dibuatnya tiga kapal ini, tentunya membuktikan Industri dalam negeri mampu mendukung program pertahanan Indonesia sekaligus membangun kemandirian nasional bidang teknologi pengembangan Alutsista TNI.
“Kapal ini mampu melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangang anti udara, operasi patroli laut dan operasai search and rescue (SAR),” tambahnya.
Nama-nama kapal ini diambil dari nama-nama ikan khas tanah air yang memiliki kecepatan berenang dan kelincahan.
Tatihu, Layaran dan Madidihang adalah ikan Indonesia yang dikenal sebagai ikan perenang cepat dan gesit di laut.
“Diharapkan kapal-kapal ini mampu bermanuver dengan cepat dan gesit dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan negara,” tutupnya tegas.

