Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi

26 Januari 2026

Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030

25 Januari 2026

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

24 Januari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi
  • Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030
  • RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik
  • Warga Batam Geger, Jasad Bayi Tanpa Balutan Ditemukan di Pantai
  • Seluruh Fraksi DPRD Batam Sepakat Dukung Ranperda Lembaga Adat Melayu
  • Manager PLN Anambas Jalin Silaturahmi dengan Wartawan, Dukung HPN 2026
  • Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
  • Layanan Data Telkomsel Alami Penurunan Kualitas, Tim Teknis Dikerahkan Penuh
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Begini Kisah Pilu Mutmainah, Istri Polisi yang Mutilasi Anak Kandungnya
Kriminal

Begini Kisah Pilu Mutmainah, Istri Polisi yang Mutilasi Anak Kandungnya

6 Oktober 2016Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Mudmainah (28) | Foto : Net
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA – Mutmainah (28), ibu yang memutilasi bayinya Arjuna (1) sudah berkomunikasi dengan keluarganya dan dimintai keterangan oleh polisi. Dia menceritakan alasannya menghabisi nyawa anaknya hingga keretakan rumah tangganya. 

Ibu dua anak ini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati ditemani kakaknya, Mohamad Wahidin (25). Kepada kakaknya, Mutmainah menceritakan tidak menyesal memutilasi anaknya karena dirinya merasa yang dipotong-potong bagian tubuhnya itu sebuah boneka.

Pembunuhan sadis itu dilakukan Mutmainah dengan harapan agar salah satu kakaknya yang bisu bisa bicara kembali.

Tidak hanya itu, Mutmainah juga bercerita kepada adiknya, Mohamad Riswanto (27), tentang pernikahannya dengan Aipda Deni yang sedang di ujung tanduk.

Wahidin (35) bertanya kepada adiknya, Mutmainah, adakah rasa penyesalannya setelah memutilasi bayinya.

“Nggak ada karena yang saya potong boneka. Tapi kenapa dia (anaknya) mati,” kata Wahidin menirukan jawaban Mutmainah kepada wartawan, di kediamannya di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa, (4/10/2016).

Dari keterangan yang disampaikan Mutmainah kepada Wahidin, Mutmainah membunuh anak kandungnya saat pagi hari.

“Pas dia duduk (di RS Kramat Jati) saya tanya. Kapan kamu melakukan itu? Dia jawab pagi. Tapi nggak tahu jam berapa. Itu (cerita) setelah suntik bius,” jelas Wahidin.

Mutmainah diketahui memutilasi anaknya, Arjuna (1) pada Minggu 2 Oktober 2016 malam. Dia masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Polri.
‎
Mutmainah memutilasi dengan menggunakan pisau dapur. Sebelum melakukan mutilasi, Mutmainah mengasah pisau dengan batu agar tajam. 

Keluarga membantah Mutmainah disebut mempelajari ilmu hitam.

“Enggak benar sama sekali. Tidak benar. Kalau benar ilmu hitam dia kan suaminya. Kenapa enggak melarang. Intinya itu tidak benar,” kata Wahidin.

Tindakannya dilakukan agar salah satu kakaknya yang bisu bisa bicara kembali.

“Untuk mengobati kakak yang bisu ada lima yang dipotong, kuping, lidah kemaluan dan jari kaki. Lidahnya harus ditindik,” ujar Wahidin.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan sebelumnya mengatakan Mutmainah sudah belajar ilmu hitam selama 2 tahun.

“Mutilasi itu sudah kita dalami, ada kelainan jiwa dia daripada istrinya. Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu, sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan apabila ilmunya bisa sempurna dia harus mengorbankan anaknya,” kata Iriawan.‎

Keluarga menyebut rumah tangga Mutmainah Aipda Dedi tidak harmonis. Mutmainah jadi sering terlihat murung setelah menikah.

“Pas nikah sama si Deni, tubuhnya jadi kurus. Dulunya gendut,” kata Mohamad Wahidin (35), kakak Mutmainah, kepada wartawan di kediamannya di Cengkareng, Jakarta Barat Selasa (4/10/2010).

Perubahan sikap juga sangat dirasakan pihak keluarga. Keluarga merasa khawatir dengan kondisi Mutmainah.

“Setelah menikah murung. Sebelumnya biasa, sering bercanda. Pas (kerja) jadi caddy golf malah senang. SMA malah lebih happy,” kata Wahidin.

Sebelum mengontrak di tempat yang menjadi TKP dua bulan yang lalu, Mutmainah dan Deni tinggal di rumah keluarga besarnya. Ada pula orang tua dan beberapa kakaknya di rumah tersebut.

“Abang-abangnya melarang pindah biar tinggal bareng sama keluarga. Soalnya sering ribut rumah tangga,” kata Wahidin.

Menurut Wahidin, Deni sering mengekang Mutmainah. Mutmainah sendiri belum didaftarkan sebagai istri polisi. “Setahu saya, tetangga juga ngerti. Orang itu (Deni) mengekang. Tidak boleh dekat dengan saudara,” kata Wahidin.

Puncak keributan rumah tangga adalah keinginan Mutmainah untuk bercerai dengan Deni. Hal ini disampaikan kepada Mohamad Riswanto (27), adik Mutmainah.

“Dua bulan yang lalu Ka Iin (Mutmainah) telepon saya, dia bilang, ‘Ris kakak enggak kuat lagi sama Deni. Kakak ingin cerai saja.’ Saya bilang, ya sudah terserah kakak saja,” kata Riswanto. ‎

‎Kondisi kejiwaan Mutmainah sudah membaik. Namun, tingkah lakunya masih seperti orang depresi.

“Sudah mendingan sekarang sudah bisa salat. Mengenali keluarganya,” kata Wahidin. 

Selain itu, Mutmainah sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pihak kepolisian meminta keterangan kemarin, Selasa (4/10/2016) sekitar pukul 14.00 WIB di kamarnya di RS Polri, Kramat Jati.

“Polisi bertanya, kenapa lakukan itu (memutilasi anaknya)? Atas dasar apa?” Kata Wahidin.

Pihak keluarga merekam apa yang disampaikan oleh Mutmainah. Ketika diminta oleh wartawan menerangkan apa yang dikatakan Mutmainah, Wahidin akan memberitahu secara lengkap apabila suami Mutmainah, Aipda Deni tidak diberhentikan dari kepolisian.

“Ada dua rekaman, tapi sekarang belum bisa diedarkan. Durasi 15 dan 8 menit. Intinya, penyebab dia depresi. Kenapa pisah rumah tangganya,” kata Wahidin.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Warga Batam Geger, Jasad Bayi Tanpa Balutan Ditemukan di Pantai

23 Januari 2026

Layanan Data Telkomsel Alami Penurunan Kualitas, Tim Teknis Dikerahkan Penuh

22 Januari 2026

Peredaran Narkoba Digagalkan, Polda Kepri Sita 12 Paket Sabu di Batu Aji

20 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Bisnis
Bisnis

IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi

26 Januari 2026 Bisnis

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Kepulauan Riau menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat peran organisasi dengan…

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030

25 Januari 2026

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

24 Januari 2026

Warga Batam Geger, Jasad Bayi Tanpa Balutan Ditemukan di Pantai

23 Januari 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi

26 Januari 2026

Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030

25 Januari 2026

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

24 Januari 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.