CENTRALBATAM.CO.ID, KARIMUN – Sebanyak 7 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) batal berangkat ke Malaysia.
Mereka rencana akan berangkat ke negeri jiran melalui jalur ilegal atau tanpa dilengkapi dokumen resmi.
Namun sebelum berhasil meninggalkan NKRI, polisi terlebih menggagalkan rencana perjalanan lintas negara tersebut.
Pada Senin (17/1/2022) siang, anggota Satpolairud Polres Karimun menggerebek tempat penampungan PKI ilegal di Pulau Judah, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Di sana tim yang dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir menemukan 7 calon PMI.
“Satpolairud Polres Karimun menggagalkan penyelundupan PMI ilegal. Sebanyak 7 orang calon PMI kita amankan Senin siang pukul 14.00 WIB,” jelas Binsar.
Tak hanya 7 calon PMI, polisi juga mengamankan seorang calo PMI ilegal, yang juga pemilik penampungan berinisial R.
“R yang merupakan calo atau penampung kita amankan. Dia sudah 4 kali menampung para korban calon PMI tanpa dokumen resmi ini,” kata Binsar.
Sementara dari hasil pemeriksaan polisi, para calon PMI tersebut berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Aceh, NTT, Makasar dan Pulau Jawa.
Ketujuh calon PMI itu berangkat dari daerahnya masing-masing menuju Kota Batam pada bulan Desember 2021.
Di Kota Batam mereka bertemu dengan seorang agen PMI ilegal berinisial F. Para calon PMI itu dijanjikan dapat berangkat ke Malaysia dengan membayar sebesar Rp 6 juta hingga Rp 6,5 juta.
“Tapi calon PMI itu malah ditempatkan dipenampungan milik R di Pulau Judah, Moro,” ujar Binsar.
Terpisah, Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano mengatakan jajarannya bersama Direktorat Polairud Polda Kepri untuk melakukan pengembangan kasus tersebut.
“Kita juga berkoodinasi dengan BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Kabupaten Karimun guna penanganan korban calon PMI,” kata Tony.
Tony juga menginbau masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri agar memenuhi segala dokumen atau administrasi secara resmi.
“Agar tidak menjadi korban penipuan maupun korban kejahatan lintas negara. Ingatlah ada keluarga kita yang selalu menanti,” pesan Tony. (ayf)

