CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Batam, semakin suram di mata para investor yang hendak menancapkan garapan usaha di kota industri itu. Buktinya, kian banyak perusahaan yang hengkang dan mem-PHK ribuan karyawan.
Kondisi itu membuat sejumlah kalangan resah, mulai sari Walikota Batam, H. M. Rudi, dan Wakilnya, Amsakar Achmad, hingga Kapolresta Barelang, AKBP Hengki, S.Ik.
Kecemasan Kapolresta bukan tanpa alasan, ia memandang banyaknya perusahaan yang beralih dari Batam menyebabkan semakin banyaknya angka pengangguran.
Tingginya pengangguran di Batam disebutnya menjadi pemicu utama dalam lingkaran kriminalitas. “Tingginya jumlah pengangguran berbanding lurus dengan peningkatan kriminalitas di Batam. Semua orang butuh makan, butuh uang. Kalau banyak yang gak bekerja, tentu orang-orang bisa gelap mata. Nah, ini yang mulai kita cemaskan,” kata Kapolresta Barelang, AKBP Hengki, Sabtu (20/5/2017) pagi.
“Nah, contoh kecilnya, orang bisa mencuri untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Nah, kalau korbannya perempuan cantik? Bisa jadi si pelaku berniat untuk memperkosa, bahkan membunuh. Kan, ini yang kita takutkan dari tingginya pengangguran di Batam saat ini,” imbuhnya.
Diketahui, hingga saat ini jumlah pengangguran di Batam telah menembus angka 24 ribu jiwa. Baru-baru ini pula, sekitar 13 perusahaan di teritori Batam juga hengkang dan memuntahkan ribuan karyawan ke ranah ‘pengangguran’.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, mengingat Batam tengah berada dalam masa ‘Kelesuan Ekonomi’. Mulai dari sektor paling sederhana, hingga kelas industri pun turut merasakan imbas dari kelesuan yang semakin kronis itu.
“Sejauh ini, dampak kelesuan ekonomi dan banyaknya pengangguran sudah sangat terasa jika dilihat dari peningkatan kriminalitas di Batam,” tuturnya.
Atas fenomena tersebut, Hengki mengajak masyarakat untuk lebih bijak sebelum bertindak. “Jauhi tindak kriminal jika tak ingin dipenjara,” tegasnya.

