CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pemandangan di Kota Batam sejak pagi tampak diselimuti awan pekat alias mendung, Senin (19/9/2016) pagi.
Pantauan dibeberapa lokasi, sejak dini hari tadi angin kencang disertai guyuran hujan lebat tampak telah mengguyur dan mengusik keheningan dipagi-pagi buta itu.
Seperti di Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Batam Kota, serta dibeberapa Kelurahan yang ada di Batam. Penampakan awan mendung dan guyuran hujan ikut mewarnai awal pekan ini.
Akan hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Hang Nadim, Batam. Melalui Kepala BMKG Hang Nadim, Batam, Philip Mustamu turut menjelaskannya.

Philip memaparkan, bahwa tingginya curah hujan di Batam seperti saat ini dipengaruhi tingginya pertumbuhan awan konvektif dilangit Kepri.
Pertumbuhan awan konvektif ini terjadi, dengan pembelokan arah angin (share line) yang membawa banyak massa udara (uap air). Pembelokan inilah yang kemudian membuat Kepri, terkhusus Batam menjadi sangat tinggi curah hujannya.
“Ya, begitulah sekiranya. Lagi banyak hujan memang akhir-akhirn ini, itu pemicunya ya pertumbuhan awan konvektif tadi,” kata Philip Mustamu, menjelaskan.
Hal ini turut dijelaskannya, dari data yang diperoleh dari alat penciteraan cuaca.
Dibeberkannya bahwa, untuk wilayah Batam, Tanjungpinang/Bintan, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas tampak berawan disertai hujan ringan.
“Batam sejak pagi sudah berawan, kemudian berubah menjadi guyuran hujan ringan,” ucapnya.

Selain cuaca, Philip juga menyebut bahwa kondisi gelombang air laut tampak sedikit bergelombang. Hal ini disebabkan dengan kencangnya tiupan angin, hingga memicu pergerakan gelombang diperairan sekitar Kepri.
“Tapi, ini masih aman untuk transportasi laut. Untuk udara, kondisi masih normal dan untuk didarat, hati-hati karena jalanan menjadi licin,” tandasnya.

