CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Memasuki awal pekan di minggu ketiga, Mei 2017, Provinsi Kepri diprediksi bakal banyak diguyur hujan.
Tingginya potensi hujan diprediksi alat penciteraan cuaca, di Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, Senin (22/5/2017) pagi.
Dari data yang ditampilkan terpapar, Kepri masih berada di zona banyak hujan. Kok bisa ya?
Ya, begitulah faktanya. Kepri dan secara khusus beberapa Kota/Kabupaten di dalamnya berpotensi diguyur hujan ringan sampai dengan lebat.
Ini terjadi karena masih cukup tingginya massa udara alias uap air yang terkandung dalam hembusan angin yang berhembus dari Tenggara dan Selatan Kepri.
Peningkatan curah hujan diperparah dengan adanya belokan angin atau biasa disebut ‘shearline’. Belokan angin ini pula yang menyebabkan massa udara semakin menumpuk di langit Kepri.
Penumpukan tersebut memicu percepatan dalam pertumbuhan awan konvektif. “Nah, awan konvektif ini merupakan awan yang memicu turunntya hujan,” kata petugas pemantau cuaca di kantor BMKG Hang Nadim, Batam, Senin (22/5/2017) pagi.
Untuk intensitas hujan sendiri, lanjutnya, dipengaruhi oleh percepatan laju angin dan volume penumpukan massa udara.
“Di Kepri, ketebalan intensitas hujan mencapai 40-50 mm per hari,” sebutnya.
Dengan kondisi itu, masyarakat Kepri kembali diimbau untuk lebih berhati-hati dalam beraktifitas di luar ruangan.
Mengingat petir, guntur dan angin kencang juga mewarnai kondisi itu, maka tanda-tanda seperti awan hitam pekat harus diwaspadai.
“Berteduhlah sejenak. Jangan berteduh dibawah pohon atau tiang listrik, atau jangan pula berada di lapangan terbuka saat hujan turun. Risiko sambaran petir sangat tinggi. Lebih baik berada di dalam ruangan,” tandasnya.

