Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum
  • Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini
  • BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
  • Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit
  • Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang
  • Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung
  • BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal
  • Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Arahannya Tidak Didengar, Camat Sekupang: Kita Minta Proyek Cut and Fill ‘Dihentikan’
Batam

Arahannya Tidak Didengar, Camat Sekupang: Kita Minta Proyek Cut and Fill ‘Dihentikan’

29 September 2016Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Bukit yang berdiri tepat disamping Sekolah Kasih Karunia, di Tiban Koperasi, Sekupang, Batam tampak semakin rata dengan adanya aktifitas proyek cut and fill (pemotongan bukit).

Akibatnya, pemandangan yang dulu sejuk dengan pepohonan rindang kini menjadi gersang tak tentu arah.

Tak hanya itu, aktifitas pemotongan lahan dan penimbunan permukaan yang lebih rendah itu juga memberi segudang dampak buruk bagi sekolah yang ada disampingnya.

Keberadaan proyek cut and fill ini terus berlangsung, hingga beberapa dampak nyata seperti banjir, jebolnya pagar, serta debu pekat yang berterbangan turut memperburuk situasi sekitar.

Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

Pantauan dilapangan, pemotongan dan penimbunan yang dilakukan tampak sangat dekat dengan pemukiman warga. Tak hanya itu, timbunan tanah ternyata lebih tinggi dibandingkan pagar pembatas sekolah.

Inilah yang kemudian menyimpan bahaya, jika dibiarkan terus berlangsung.

Saat dikonfirmasi, Camat Sekupang, Zurniati, S.IP., M.Si menyatakan bahwa proyek tersebut juga telah di sidak olehnya.

“Kita sudah sidak kemarin (Rabu, 21/9/2016) dan mereka belum bisa tunjukkan izin Cut and Fill nya ke kita,” kata Zurniati, saat dikonfirmasi Rabu (28/9/2016) siang.

Dikatakannya juga, bahwa ketidak sediaan para pengawas proyek tersebut memperlihatkan perizinan aktifitas cut and fill itu menjadi alasan kuat bagi pihaknya untuk memerintahkan penghentian proyek tersebut sementara waktu.

“Ya, sejauh ini mereka belum bisa tunjukkan izin atas proyek cut and fill nya. Makanya kita minta untuk setop sementara,” tegas Bu Camat, sapaan akrabnya.

Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

Namun, arahan Bu Camat tampak tak dihiraukan. Buktinya, puluhan truk pengangkut tanah masih berlalu-lalang di sekitar proyek untuk melakukan penimbunan.

Dengan status ‘On Operation’ proyek tersebut seakan membantah perintah Camat Sekupang.

Karena tak kunjung didengar arahan yang disampaikannya. Zurniati secara tegas menyatakan kepada pengelola proyek tersebut untuk sesegera mungkin menghentikan proyek cut and fill itu.

“Ya, kalau begini saya cuma bisa bilang kepada pengawas dan pengelola proyek itu untuk menghentikan aktifitasnya sementara. Ini arahan tegas dari saya, mohon diperhatikan,” ungkapnya mantap.

Pantauan dilapangan, kondisi sekolah itu tampak memprihatinkan dengan pemotongan bukit yang dilakukan para pekerja, untuk meratakan permukaan tanah disekitarnya.

Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned
Timbunan tanah hasil pemotongan bukit, yang ditumpuk lebih tinggi dibanding pagar sekolah. Kondisi ini sangat berbahaya, jika hujan turun sebabkan longsor dan jebolnya pagar | Foto : Ned

Akibat itu juga, sekolah Kasih Karunia kerap dilanda banjir hebat.

Bencana banjir dadakan ini, akibat pemotongan bukit yang kemudian dilanjutkan dengan penimbunan danau yang tak jauh dibelakang gedung sekolah tersebut.

Lantaran hampir tertutup seluruhnya, danau yang ada tak lagi mampu menampung air hujan yang akhirnya meluap kebeberapa bagian sekolah.

Tak hanya banjir, akibat penimbunan lahan tersebut. Beberapa pagar tembok sekolah juga jebol, dihantam tanah timbun yang tampak sedikit lebih tinggi dibandingkan pagar tersebut.

Pemotongan bukit yang dilakukan oleh pengelola proyek tepat disamping sekolah Kasih Karunia (atap biru) di Tiban Koperasi, Batam | Foto : Ned
Pemotongan bukit yang dilakukan oleh pengelola proyek tepat disamping sekolah Kasih Karunia (atap biru) di Tiban Koperasi, Batam | Foto : Ned

Dengan kondisi itu, aktifitas sekolah sering diliburkan secara mendadak karena dampak yang diterima akibat pematangan lahan tersebut sangat mengganggu aktifitas pembelajaran.

“Memang kemarin jebol itu pagarnya, banjir juga jadi terus-terusan terjadi sejak adanya penimbunan dibelakang itu. Makanya anak-anak sering diliburkan jadinya, ya gara-gara pemotongan bukit dibelakang itu,” kata seorang penjaga sekolah, yang ada di SD Kasih Karunia, Sekupang, Batam.

Dikatakannya juga, penimbunan danau dan lahan yang sedikit rendah itu juga berdampak terhadap lingkungan sekitar.

“Biasanya sejuk disekitar sekolah ini, jadi anak-anak bisa lebih nyaman belajar. Eh sekarang, gersang sekali. Panas, anak-anak pun sering mengeluh. Kenapa bukitnya dipotong? Nanti banjir loh,” ucapnya menirukan ungkapan anak-anak SD itu.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun

31 Maret 2026

Pendapatan Batam Naik Rp331 Miliar, Amsakar Sampaikan LKPJ 2025

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
BP Batam
BP Batam

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026 BP Batam

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit

2 April 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.