CENTRALNEWS.ID, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Prof. M. Zein, Kantor Bupati Tarempa, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Wakil Bupati Raja Bayu. Turut hadir Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua dan Anggota DPRD Kepulauan Anambas, unsur TNI/Polri, Kejaksaan Negeri Anambas, Ketua TP-PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta narasumber dari pusat dan provinsi yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.
Kepala Bappeda Kepulauan Anambas, Rinaldi, menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 mengangkat tema “Pengembangan Potensi Ekonomi Berbasis Maritim, Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Publik yang Merata.”
Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Forum ini bertujuan menyelaraskan arah kebijakan, strategi, serta prioritas pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2027 dengan kebijakan Provinsi Kepulauan Riau dan pemerintah pusat.
Pertumbuhan Ekonomi Tunjukkan Tren Positif
Dalam sambutannya, Bupati Aneng memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan yang signifikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 2,28 persen. Angka tersebut meningkat tajam menjadi 12,68 persen pada triwulan kedua dan kembali naik hingga 15,71 persen pada triwulan ketiga. Hal ini menandakan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha bergerak semakin dinamis.
Sektor perikanan, pertanian, dan pemanfaatan sumber daya alam menjadi kontributor utama pertumbuhan. Dari 2,5 persen pada triwulan pertama, sektor ini melonjak menjadi 14,46 persen pada triwulan kedua dan mencapai 17,8 persen di triwulan ketiga. Selain itu, sektor konstruksi mengalami perbaikan, sementara perdagangan, transportasi, dan jasa lainnya tumbuh stabil.
Bupati Aneng optimistis capaian tersebut dapat menjadi fondasi kuat dalam merancang kebijakan pembangunan 2027 yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Strategi Fiskal Lebih Ekspansif dan Terukur
Narasumber dari Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Kedeputian Pembangunan Kewilayahan, Dr. rer. nat. Jayadi, menyampaikan bahwa kebijakan fiskal dalam RKP 2027 dirancang lebih ekspansif namun tetap terukur.
Ia menegaskan bahwa strategi tersebut diarahkan untuk mendorong produktivitas investasi dan sektor industri guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah, dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, memaparkan arah pembangunan kewilayahan Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2027 sesuai RPJMD Provinsi Kepri 2025–2029. Prioritas yang perlu diperkuat meliputi pembangunan infrastruktur dan layanan dasar, pengembangan pariwisata alam dan ekonomi biru, optimalisasi aktivitas ekonomi, serta penguatan pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan.
Sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Kepulauan Anambas juga diharapkan berkontribusi terhadap target indikator makro daerah pada 2027. Target tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi 1,25–1,66 persen, tingkat pengangguran terbuka 2,14 persen, PDRB per kapita Rp403 juta, Indeks Pembangunan Manusia 75,19 persen, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 85,27 persen, tingkat kemiskinan 5,23–6,08 persen, serta Indeks Daya Saing Daerah 2,89 persen.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas semakin terarah, sinergis, dan mampu memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan.(asy)

