CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM — Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan dasar masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan pemerataan distribusi air bersih di wilayah yang masih menghadapi gangguan suplai.
Kendala pasokan air terutama dirasakan warga di kawasan dataran tinggi Batuampar, seperti Tanjung Sengkuang dan Batu Merah. Melihat situasi tersebut, Amsakar turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi riil di masyarakat.
“Masih banyak laporan mengenai sulitnya air mengalir di wilayah atas. Karena itu, saya perlu melihat langsung dan memastikan langkah tepat yang harus diambil,” ujar Amsakar, Sabtu (8/11/2025).
Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari 15 program prioritas kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, khususnya penguatan layanan air bersih.
Peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa tandon belum mampu memberikan dorongan tekanan air yang cukup menuju daerah tinggi, sementara aliran ke kawasan rendah berjalan relatif normal. Masyarakat pun berharap adanya pemerataan distribusi sehingga seluruh wilayah dapat merasakan layanan yang sama.
Sebagai respons cepat, tim teknis BP Batam telah diarahkan untuk mengatur ulang tekanan air demi menjaga suplai di wilayah atas tetap stabil tanpa mengurangi jatah aliran ke wilayah lain. Booster pump juga mulai dipasang untuk memperkuat tekanan menuju dataran tinggi, dengan target penyelesaian pada pertengahan November 2025.
“Kami juga tengah memaksimalkan peran Tangki Seribu (ozon) sebagai titik utama distribusi air di Batuampar,” jelasnya.
Untuk solusi jangka panjang, Amsakar–Li Claudia mempersiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru yang mulai dikerjakan pada 2026 dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan masa kerja. Proses lelang telah berjalan dan pendanaan dipastikan tersedia.
“Ini solusi permanen agar warga tak lagi mengalami masalah serupa,” tambahnya.
Pembangunan IPA tersebut akan diiringi peningkatan kapasitas waduk untuk menambah volume air baku sehingga pelayanan air bersih dapat lebih stabil dan menjangkau seluruh kawasan, terutama daerah berkontur tinggi.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan jalur pipa baru dari waduk ke Tangki 1000 (ozon) dan Tangki Bukit Senyum—dua titik vital distribusi air untuk wilayah Batuampar dan sekitarnya. Tangki berkapasitas total 2 x 6.000 meter kubik itu dirancang untuk melayani hingga 600 ribu penduduk.
“Saat ini tangki tersebut belum bisa beroperasi maksimal karena sebagian suplai masih dialihkan. Namun setelah pipa baru dan sistem pompa selesai, distribusi air untuk Batu Merah dan Tanjung Sengkuang akan jauh lebih optimal,” tutupnya.(dkh)

