CENTRALBATAM.CO.ID, KARIMUN – Kerusuhan kembali terjadi di Kabupaten Karimun, Sabtu (10/6/2017), sekitar pukul 04.00 WIB.
Bukan lagi kerusuhan antar kelompok warga, namun antar seorang pegawai negeri sipil (PNS) dan tiga orang waria.
Ya, ketiga waria itu diduga mengeroyok seorang pegawai berinisial Tw (48). Karena ulah ketiganya, korban mengalami luka robek dan harus mendapat 17 jahitan.
Disebut, korban merupakan PNS di Dinas Kebersihan Pemkab Karimun. Ia dikeroyok dengan membabi-buta hingga akhirnya terkapar.
Tak lama, tiga waria yang diduga pelaku langsung diamankan oleh jajaran Polsek Tanjungbalai Karimun.
Usut punya usut, ternyata ketiganya waria itu bernama Yanto Wahyudi (18), Gunawan (25) dan Kino Riski (15). Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Lulik Febryantara turut membenarkannya.
Dia mengatakan pengeroyokan terjadi di kamar 121 Wisma Lika, Tanjungbalai Karimun.
Kejadian itu bermula saat saksi Novri check in di kamar 121 Wisma Lika, Sabtu (10/6/2017) sekitar pukul 02.00 WIB. Novri memesan jasa pijat melalui social media wechat ke akun bergambar perempuan cantik memakai baju garis-garis hitam pakai kaca mata.
Akun tersebut menyebutkan menerima jasa pijat atau urut. Novri kemudian menghubungi nomor handphone yang tertera untuk menanyakan biaya jasa pijat/urut.
“Setelah harga cocok, saksi Novri menyuruh untuk datang ke kamar 121 wisma Lika, namun saat itu yang datang seorang waria. Novri menolak karna ia mintanya jasa pijat seorang perempuan, terjadi keributan antara Novri dengan waria yang diketahui bernama Gunawan,” kata Lulik.
Gunawan juga tak terima dengan penolakan Novri, ia baru mau pergi bila Novri memberikan uang ganti rugi karna tak jadi menggunakan jasa pijatnya. Novri menyerah dan memberikan uang sebesar Rp 200 ribu.
“Setelah waria bernama Gunawan pergi, Novri kembali mencari jasa pijat dan dapat lagi akun seorang wanita berpakian hitam dan ada tulisan terima jasa pijat, kemudian setelah berkomunikasi dengan akun wechat, Novri mengundang untuk datang ke kamar 121 wisma Lika,” sambung Lulik.
Sekitar pukul 03.00 WIB, yang ditunggu-tunggu pun datang tapi sayangnya, Novri kembali gigit jari karena yang datang adalah tiga waria.
Anehnya salah satunya adalah waria atas nama Gunawan yang beberapa jam sebelumnya sempat ribut dengan Novri.
Keributan kembali terjadi, Novri kemudian menghubungi korban Tw untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 03.43 WIB, korban pun tiba di kamar 121 Wisma Lika. Saat itu pintu kamar ditutup oleh ketiga waria tersebut dari dalam.
Saat korban masuk, terjadi keributan di dalam kamar. Salah seorang waria mengeluarkan sebilah pisau namun dapat direbut oleh Novri.
Namun pada saat terjadi keributan, Tw menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh waria-waria tersebut hingga mengakibatkan luka sobek pada bagian pelipis atas mata kiri korban dengan 17 jahitan.

