CENTRALNBATAM.CO.ID, BATAM-Sebanyak 2.320 peserta mengikuti pelatihan dan peningkatan, kemampuan tenaga kerja dan pendidikan, serta pelatihan keterampilan bagi pencari kerja, yang berlangsung di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Rabu (14/2/2018).
Setiap peserta akan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi kejuruan, administrasi perkantoran, otomotif, perhotelan, alat berat dan menjahit.

Pelatihan tersebut salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dalam rangka mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, serta menanggulangi pengangguran.
Pelatihan itu sendiri secara resemi di buka Walikota Batam Muhammad Rudi.
Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan pelatihan berbasis komptensi kejuaran yang digelar Disnaker Batam sejalan dengan visi Kota Batam.
“Pelatihan ini sejalan dengan visi Kota Batam dengan menguatkan Batam sebagai Kota Industri yang bertumpu pada kualitas SDM. Saat ini Batam juga sedang menggiatkan lagi bidang wisata dalam hal ini perhotelan. Sehingga efeknya nantinya untuk lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, persoalan kemiskinan dan pengangguran bisa teratasi melalui program pelatihan berbasis kompetensi ini. Karena dengan pelatihan tersebut sangat diperlukan untuk membekali calon tenaga kerja untuk masuk dalam dunia kerja. Dengan meningkatkan kemampuan masyarakat yang membutuhkan berbagai keterampilan, menjadi salah satu strategi yang diharapkan dan dapat mengantisipasi sekaligus mengatasi bertambahnya angka pengangguran.
“Seluruh peserta supata dapat mengikuti pelatihan ini secara serius dan sungguh-sungguh. Karena pelatihan ini tentunya lebih menekankan pada pembentukan keterampilan yang kelak akan menjadi modal saudara dalam memasuki dunia kerja,” katanya.

Ditempat yang sama Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti, mengatakan jumlah pencari kerja yang mendapatkan pelatihan keterampilan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja di Disnaker Batam pada tahun 2017, sebanyak 2.553 orang.
“Saat ini terjadi penurunan menjadi 2.320 orang saja, padahal peminat untuk mengikuti pelatihan sangat banyak,” katanya.
Rudi mengatakan tujuan pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja dan pendidikan adalah untuk meningkatkan keterampilan kepada pencari kerja. Kemudian terhadap para pencari kerja yang telah mengikuti pelatihan akan diberikan sertifikat.
“Selain itu, Disnaker juga akan memberikan rekomendasi terhadap para pencari kerja yang sudah terlatih tersebut,” ujarnya.
Menurut Rudi, tenaga kerja Indonesia hingga saat ini belum bisa berkompetisi dengan tenaga kerja asing, semisal tenaga kerja Filipina. Untuk itu, dia berpesan kepada pencari kerja yang mengikuti pelatihan agar serius, agar kedepan Batam dapat menyuplai tenaga kerja seperti Filipina.
“Untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Batam baru dapat dilihat 5 atau 10 tahun kedepan. Sementara tenaga kerja Filipina lebih terdidik dan terampil,” katanya.

