CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Didid Widjanardi memipin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2017 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018, yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Kamis (21/12/2017).
Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki hadir dalam gelar Pasukan Operasi Lilin 2017 itu.
Meski hujan, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Didid Widjanardi didampingi Gubernur Kepri Nurdin Basirun, tetap melakukan pemeriksaan pasukan. Operasi Lilin 2017 akan dimulai dari 27 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018.
Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Didid Widjanardi mengatakan gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh personel pengamanan. Selain itu juga mengecek kelengkapan sarana dan prasarana pendukung serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan demi mewujudkan situasi kamtibnas yang aman kondusif.
Dengan mengedepankan kegiatan preventip didukung kegiatan intelijen dan penegakan hukum, untuk di Kepri operasi ini melibatkan 1.454 personel yang terdiri dari personel dari Polda Kepri dan jajaran sebanyak 627 personel. Kemudian TNI dan instansi terkait berjumlah 827 personel.
Operasi dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Kepri meliputi Polresta Barelang, Polres Tanjungpinang, Polres Karimun, Polres Bintan, Polres Natuna dan Polres Lingga serta Polres Anambas.
“Membentuk 25 titik lokasi pos pengamanan dan 17 titik pos pelayanan, didukung sarana prasarana kapal patroli 25 unit, helicopter 1 unit, ranmor R2 338 unit, R4 153 unit dan R6 39 unit, fly away 1 unit dan tenda pleton sebanyak 17 buah,” katanya.
Diharapkan gabungan personel dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang libur Natal dan TahunBaru. Fokus pengamanan dipusatkan di tempat-tempat Ibadah, jalan-jalan perlintasan serta fasilitas transportasi yang akan digunakan seperti transportasi bus, pelabuhan dan bandara.
“Segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata sebelum, pada saat dan paska perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di wilayah Provinsi Kepri,” katanya.
Kapolda mengatakan beberapa ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang perlu diantisipasi masih adanya potensi serangan terror, kemacetan lalu lintas, bencana alam, ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Serta potensi konflik dalam kehidupan masyarakat terkait perayaan Natal seperti aksi sweeping oleh Ormas.
“Dalam kegiatan Operasi ini kita didukung oleh stakeholder terkait,” katanya.
Beberapa hal yang harus menjadi pedoman untuk melaksanakan operasi dalam bertugas seperti melakukan pemetaan seluruh potensi kerawanan di masing-masing wilayah dan tentukan cara bertindak yang tepat melalui penyusunan rencana operasi yang matang.
Selanjutnya meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah aksi terror dan kejahatan konvensional yang meresahkan di pusat keramaian, tempat ibadah. Melakukan pendekatan dengan elemen masyarakat guna mencegah terjadinya aksi sweeping oleh Ormas, bila tetap terjadi lakukan tindakan tegas dan professional.
“Mengoptimalkan penggelaran anggota di tengah masyarakat, terobosan kreatif melalui rekayasa lalu lintas guna mengurai dan mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Seterusnya, memaksimalkan peran satgas pangan di masing-masing daerah guna mewujudkan stabilitas harga pangan dengan menggandeng instansi terkait.
Terakhir memperkuat sinergitas polisional dengan seluruh stakeholders untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

