Warga Toapaya Utara Hampir Amuk Anak Buah PT BMW.

Warga Toapaya Utara Hampir Amuk Anak Buah PT BMW.

0
BERBAGI
Foto Perwakilan PT BMW meminta maaf terhadap Kades, Sayet

CENTRALBATAM.CO.ID,BINTAN -Sebanyak enam orang perwakilan dari PT Bintan Mega Wisata (BMW) hampir di amuk massa di Aula Kantor Desa Toapaya Utara. Pasalnya, masyarakat tidak terima perlakuan pekerja PT itu yang sempat menyebut nama Kades, Sayet untuk memuluskan penutupan akses jalan warga.

Untungnya, aparat Polri-TNI yang bertugas di sana bergegas beranjak dari tempat duduk memberikan sinyal pada warga agar tidak tersulut emosi.

Kejadian itu saat mediasi antara PT BMW dengan warga di Aula Kantor Desa Toapaya Utara, Senin (26/4)

Emosi warga itu terluap lantaran perwakilan PT BMW tidak juga meminta maaf karena seolah-olah telah meminta izin pada Kades atas penutupan akses warga itu.

Baca Juga:  Warga Teluk Uma Sekarang Tidak Susah Air Lagi, Bupati Karimun Resmikan Penggunaan Air Bersih

“Sampai detik ini, kita sudah berada di sini hampir satu jam. Tapi kok tidak ada niat baik dari PT BMW meminta maaf,” ujar warga serentak yang diikuti dengan gerakkan masa untuk meng-amuk massa perwakilan PT.

“Bapak bilang bapak sudah izin kepada pak kades, tapi apa buktinya,” ucap salah satu warga dengan nada kesal.

Tak hanya warga, Kades Toapaya Utara Sayet sempat emosi karena nama baiknya tercemar karena ulah orang suruhan PT BMW. Ia menyakini dan menegaskan kepada warganya bahwa dirinya tidak terlibat dalam pemberian izin pemasangan patok yang menghalangi akses warganya.

“Kalau memang terbukti, surati Pak Bupati untuk menurunkan saya,” tegas Sayet, berapi-api.

Baca Juga:  Warga Wajib Bawa Pengantar Kecamatan untuk Dapatkan Vaksinasi di Temenggung Abdul Jamal

Ia menceritakan, jika pada Jum’at (23/4) dirinya yang sedang bertemu dengan kades di Teluk Sebong kaget mendengar dari rekannya itu bahwa dirinya malah mengorbankan masyarakat demi membela kepentingan perusahaan (PT BMW).

Mendengar hal itu, sontak Sayet kaget dan bingung. Telisik punya telisik, ternyata namanya digunakan untuk mengelabui warganya oleh orang suruhan PT BMW memasang patok yang dikomplain warga tersebut.

“Nama saya sudah tercemar, bapak-bapak dengar sendiri. Saya tidak pernah mengizinkan, nama saya telah dicatut. Sampai-sampai teman dari Teluk Sebong, Teluk Bintan sudah pada tahu dan heboh dari kemarin,” ungkapnya lagi.

Ia pun meminta kepada perusahaan untuk segera meminta maaf secara terbuka melalui media masa. Sebab, dirinya merasa sudah tercemar namanya gara-gara ulah PT BMW.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Pedagang Cendol Pasar Tos 3000 di Medan

“Kalau tidak kita coba konsultasi untuk menempuh jalur hukum karena pencemaran nama baik,” timpalnya.

Sementara itu, Tarno security PT BMW yang diutus hadir dalam mediasi itu mengatakan, jika lahan yang dipatok adalah lahan milik PT BMW. Hanya saja, dirinya tak mengetahui jika mengganggu akses masyarakat.

“Saya pastikan hari ini akan dicabut,” ungkapnya.

Terkait permintaan maaf secara terbuka, Tarno mengaku harus melaporkan kepada pimpinannya. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan