CENTRALBATAM.CO ID, NATUNA– Bupati Natuna Wan Siswandi secara resmi membuka acara pengukuhan Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat Desa/Kelurahan. Dalam acara tersebut hadir Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN RI Novian Andusti.
Kegiatan ni mengusung tema “Cerita tentang Aku dan Kamu sebagai Agen Pelopor Penurunan Stunting ” bertempat di gedung Sri Serindit Ranai, Jumat (18/11/2022).
Bupati Natuna Wan Siswandi menyampaikan kegiatan ini sangat diperlukan untuk Natuna karena Keluarga Berencana diperlukan dalam segala aspek kehidupan.
“Adanya duta genre Desa/Kelurahan merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap remaja dilingkungan. Terlepas dari pengawasan yang dilakukan di rumah dan sekolah,” ujar Siswandi
“Berkaitan dengan stunting, masalah ini muncul dipicu oleh masalah pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan. Dan peran yang paling mendasar untuk menangani dan mencegah masalah ini adalah peran kepala desa karena sesungguhnya masalah stunting dimulai dari pribadi hingga menjadi masalah pada skala nasional. Peran pemerintah disini adalah untuk melakukan penanganan dan pencegahan sesuai dengan tupoksinya,” ungkap Siswandi.
Acara selanjutnya pengukuhan 21 pasangan duta genre Desa/Kelurahan Kabupaten Natuna yang diikrarkan langsung oleh deputi bidang KSPK BKKBN Republik Indonesia Nopian Andusti serta Penandatanganan Surat Pengukuhan Duta diwakili oleh Duta GenRe Kelurahan Batu Hitam. Pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyelempangan oleh Bupati Natuna dan Bunda GenRe Septi Dwiani.
Nopian Andusti dalam sambutannya menyampaikan remaja Indonesia ini merupakan generasi EMAS ditahun 2025. Remaja saat ini juga merupakan calon orangtua yang wajib dikawal dengan optimal demi menciptakan generasi berikutnya yang lebih baik yang tidak stunting karena untuk mewujudkan generasi tumbuh adalah dengan keluarga yang terbebas dari stunting. Karena hal-hal inilah Duta GenRe Desa/Kelurahan perlu dibentuk.
“Program ini juga sejalan dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting Pasal 6 ayat C dimana Desa harus mengalokasikan anggarannya demi penurunan angka stunting,” terang Novian.
Saat ini Kepulauan Riau telah mencapai angka stunting 17.6%, capaian yang cukup baik.(put)
