BERBAGI
Salah satu nelayan membersihkan limbah minyak

CENTRALBATAM.CO.ID,BINTAN –Akibat minyak hitam atau sludge oil yang mencemari pantai trikora, membuat beberapa tamu hotel alias turis yang menginap di resorts sepanjang pantai itu enggan berenang.

Pasalnya, selain pakaian yang dikenakan kotor, limbah minyak itu mengakibatkan iritasi kulit atau gatal-gatal usai mandi air laut.

“This is so bad, yesterday I went to the beach and its soil all my swimsuit. And whole my body feels have to scratch,” ujar salah satu turis turis yang menginap di Lakora Beach, Rabu (12/4).

Hal senada juga diungkap oleh salah satu manager di Hotel Agro Beach Resort, Andika. Andika mengatakan limbah minyak itu juga mencemari kawasan pantai Agro.“Memang tidak banyak sih, tapi tetap kelihatan. Ya, ialah pasti menggganggu kenyamanan turis yang ingin berenang,” ujar Andika.

Baca Juga:  Sahid Batam Center Hotel Manjakan Tamu Dengan Promo January Hot Deals

Ia pun berharap masalah limbah minyak dapat dicarikan solusi oleh baik pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.

Sementara itu, Camat Gunungkijang, Satrida Novykar menanggapi hal ini mengatakan dalam waktu dekat ia bersama perangkat kecamatan, desa dan lurah akan turun melakukan gontong royong (goro) dalam rangka membersihkan limbah itu.

“Dalam waktu dekat kita kembali turun membersihkan pantainya. Dan ini kita lakukan bukan karena adanya limbah, tapi goro ini merupakan rutinitas menjaga kebersihan pantai kita. Kita bula selalu ada goro kog,” sebutnya.

Ditanya solusi untuk menghentikan limbah ini, dirinya mengatakan tak mampu. Pasalnya minya limbah itu datang dari tengah laut. Sedang yang memiliki wewenang untuk menghentikan aktifitas pembuang minyak hitam ini adalah aparat kelauatan.

Baca Juga:  Unggahan Terakhir Ratih Windania, Keluarga Sekda Anambas Penumpag Sriwijaya SJ182

“Ah, kalau itu bukan wewenang kita lah. Itu wewenangnya di menteri kelautan atau aparat yang bertugas di laut,” pungkasnya. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY