BERBAGI
Foto Lokalisasi

CENTRALBATAM.CO.ID, TAMBUN-SOLO –Selama ini, beberapa wisatawan asing dan lokal mengenal Kota Bekasi dan Solo sebagai salah satu tempat wisata halal. Dengan demikian, praktek prostitute dan hiburan malam harusnya sulit ditemukan kedua kota ini.

Namun sayangnya, berdasarkan penelusuran media ini di kedua tempat itu, jauh dari bayangan. Pasalnya, saat menginjakkan kaki di Kota Tambun, terdapat beberapa gadis pencari cinta satu jam.

“Disini mereka hanya berdiri mencari pelanggan (pria hidung belang). Kalau sudah dapat dibawa ke kamar untuk jual beli cinta,” ujar Rusdi salah satu tukang Ojek di sana (21/11/2019).

Saat ditanya selain tempat lokalisasi, Rusdi menyempatkan wartawan ini ke salah satu tempat hiburan malam berupa tempat karaoke. Di sana, terdapat beberapa wanita muda bagai bidadari yang siap menemani untuk sekedar karaoke hingga menemani bobo di hotel.

Katakan di tempat hiburan malam Karoake Melati di Kawasan Metland. Tiba di sana, beberapa sekurity terlihat memperhatikan gerak-gerak pengujung agar tidak sampai mengabadikan foto.

“Tugas kami adalah menemani tamu. Kalau masalah untuk ikut nginap di hotel kami belum biasa sama orang baru. Tapi kalau sering ke sini lain cerita,” tutur Angel (nama samaran) salah satu pemandu karaoke yang lumayan eksklusif pada malam itu, (19/11/2019).

Pada malam berikutnya (20/11/2019), media ini melanjutkan perjalan ke Kota Solo. Tidak jauh dari Terminal Tirnadi, atau tepatnya di Jalan Abdul Rachman Saleh di sepanjang komplek itu terdapat beberapa wanita penjual diri terlihat sedang duduk diatas motor.

Tidak seperti di tempat Lokalisasi Tambun, yang terlihat sedikit agresif menggoda setiap insan pria yang lewat. Sebab, di sana ada beberapa pria yang bertugas untuk mencari pelanggan.

Meskipun demikian, harga untuk satu kali masuk kamar harga antara Tambun dan Solo sama yaitu Rp 150 ribu untuk sekali main. Sedangkan harga untuk nginap kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta (tergantung nego).

Terkait asal-asul wanita panggilan di kedua tempat itu sama berasal dari berbagai daerah. Bedanya, jika lokalisasi Tambun, para wanitanya menginap tidak jauh dari sana. Sementara wanita pencari uang di Solo sengaja datang ke sana untuk menjual keindahan tubuh.

“Kalau pagi atau kami rasa uang sudah cukup, kami langsung pulang,” ujar Elis salah satu PSK yang sempat diajak media ini ngobrol.

Terkait adanya PSK dan tempat hiburan malam di kedua kota ini, pihak pemerintah setempat belum bisa di konfirmasi. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY