BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Memasuki masa-masa akhir di bulan ketiga dalam tahun 2017, Pengadilan Agama (PA) Batam telah menerima 1.841 gugatan perceraian.

Angka tersebut jelas sangat besar, mengingat data di tahun-tahun sebelumnya tidak terlalu mencuri perhatian publik.

Dari 1.841 gugatan yang diterima di meja kepaniteraan PA Batam, lebih dari setengahnya ialah kasus ‘cerai gugat’. Diketahui, cerai gugat merupakan tahapan dimana sang istri lah yang meminta lembaga penegak hukum (PA, red) untuk memutuskan status perkawinan dengan suami.

Usut punya usut, kebanyakan kaum istri mengajukan cerai gugat karena berbagai alasan. Mulai dari tidak dinafkahi (ekonomi), adanya perselisihan dan kekerasan (KDRT, red), serta karena faktor panas akan adanya pihak ketiga.

“Ya, kasusnya gara-gara faktor ekonomi, pertengkaran dan adanya orang ketiga. Paling banyak cerai gugat sih,” kata Panitera di PA Batam.

“Ada pula karena cemburu, jadi suaminya kerja di luar negeri dan si istri tidak percaya. Ya, ujung-ujungnya terbakar cemburu dan akhirnya meminta cerai,” ungkapnya.

Untuk kasus cerai talak, masih kata sumber tersebut, kondisinya tidak terlalu melonjak. “Terkesan menurun, untuk cerai talak ya,” tuturnya.

“Kalau cerai talak, itu suami yang minta cerai. Alasannya hampir sama dengan itu (cerai gugat), tapi angkanya hanya beberapa saja kok,” tuturnya.

Dengan kondisi itu, PA Batam mengaku kewalahan. Sebagai upaya meredam pertengkaran setiap pasangan yang mengajukan perceraian, jajaran Hakim selalu menyarankan kedua piha untuk menjalankan proses mediasi.

Berharap kedua pihak yang tengah berapi-api ini mampu mengurungkan niat, mediasi sesuai peraturan Mahkamah Agung (PERMA) pun jadi senjata paling depan yang kerap digunakan.

“Kita, (Hakim) kalau melayani perkara cerai tanpa menganjurkan untuk berdamai, itu dosa. Makanya, dilema loh kita ini. Dengan Perma inilah harapannya, yang sedang berapi-api mau cerai ini bisa diredam. Kan kasihan anak-anaknya, jangan sampai semakin suram. Jadi, mediasi selalu (wajib) kita anjurkan,” ungkap seorang Hakim di PA Batam, Kamis (16/3/2017) lalu.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY