BERBAGI
ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Setelah hebohnya virus corona, perusahaan di Kota Batam mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan baku produksi, terutama yang bisa impor dari China.

Jika keadaan sulitnya mendapatkan bahan baku produksi terjadi hingga beberapa bulan kedepan dikhawatirkan banyak perusahaaan akan merumahkan karyawannya.

“Jika keadaan ini masih berlangsung beberapa bulan ke depan kita khawatir banyak perusahaan yang akan shutdown dan merumahkan karyawannya,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafky Rasyid.

Menurutnya, dampak yang paling nyata untuk perekonokian Batam, penyebabnya virus corona di Singapura.

“Dampak yang paling nyata di depan mata untuk perekonomian Batam adalah virus Corona di Singapura yang kian meluas. Karena ekonomi Batam cukup banyak dipengaruhi oleh ekonomi Singapura,” kata Rafky.

Diakuinya jika isu virus corona di Singapura ini berkepanjangan maka ekonomi Batam juga akan terkena dampaknya. Pihaknya berharap penyebaran virus Corona ini cepat teratasi.

Supaya dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dapat diminimalisir. Pemerintah juga tentunya telah memiliki langkah langkah alternatif untuk mengatasi dampak dari berita penyebaran virus Corona ini terhadap perekonomian.

Apalagi jika sampai diikuti oleh penurunan permintaan global. Karena penyebaran virus Corona ini menyebar ke banyak negara.

Sementara itu untuk kisruh politik di Malaysia tidak akan begitu berpengaruh banyak untuk ekonomi Batam.

“Kita yakin masalah politik di Malaysia ini akan cepat terselesaikan dan tidak akan berpengaruh banyak bagi perekonomian negara tersebut,” tutur Rafky.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY