Ceramah Ke-17: Menjemput Malam Lailatul Qadar

Ceramah Ke-17: Menjemput Malam Lailatul Qadar

Jubron Fahirro

0
BERBAGI
Doa pada malam Lailatul Qadar.

Tidak terasa kita sudah menjalani ibadah puasa Ramadan 1439 H hari ke-18. Meski demikian, apakah puasa yang sudah kita jalani selama ini sudah maksimal? Hanya kita sendiri yang bisa menilainya. Jikalau ibadah selama Ramadan terasa hambar, barangkali ada yang salah dalam diri kita.

Mungkin niat atau kesungguhan kita menapaki Ramadan belum begitu maksimal. Untuk itu, belum ada kata terlambat untuk terus memperbaiki seluruh amalan ibadah kita selama Ramadan. Ada satu keistimewaan dalam Ramadan, yakni malam seribu bulan (lailatul qadar) yang diyakini datang pada sepuluh malam terakhir ganjil.

Bagaimana suoaya kita bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar? Apa saja ibadah yang dilakukan pada malam tersebut? Perlu diketahui bahwa Lailatul Qadar itu terjadi dari waktu malam dimulai yaitu tenggelamnya matahari hingga terbit fajar Subuh. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al Qadar 1-5;

1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ .3
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ .4
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ .5

Artinya;
1. Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemulian
2. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar

Lailatul qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan Ramadan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadis dari Ibnu Umar bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa” (HR. Muslim)

Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun.

Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa” (HR. Bukhari)

Mengapa malam 1.000 bulan disembunyikan dan tidak dipastikan hari H-nya sama Allah? Tentu saja pengetahuan terjadinya malam lailatul qadar adalah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang bermalas-malasan.

Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak

Tanda Malam Lailatul Qadar

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan” (HR. Ath Thoyalisi)

2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain
3. Umat Islam dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat
4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya; “Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik” (HR. Muslim)

Amalan pada malam lailatul qadar;

1. Memperbanyak salat sunnah
2. Memperbanyak sedekah
3. Memperbanyak doa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni sebagaimana hadis;

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia berkata: ‘Aku pernah bertanya pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?’ Jawab rasulullah: berdoalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku) (HR. Tirmidzi No. 3513 dan Ibnu Majah No. 3850)
4. Memperbanyak tilawah (membaca) Alquran
5. Memperbanyak zikir dan perbuatan baik lainnya

Semoga kita dimudahkan meraih keutamaan lailatul qadar yang ibadah di dalamnya dapat dilipatgandakan hingga 1.000 bulan ibadah. Aamin Yaa Mujibbas Saailin.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY