BERBAGI
Kanit Binmas, Ipda Saronto bersama warga saat sosialisasi sekaligus pemsangan spanduk

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Gunung Kijang selama ini membuat jajaran Polsek Gunung Kijang kerja keras. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali Karhutla di wilayah itu kedepan.

Setiap terjadi Karhutla, jajaran polsek di wilayah itu selalu menerjunkan Satgas ke lapangan membantu memadamkan api. Kemudian, usai terjadi kebakaran itu langsung diberikan soliasi terhadap masyarakat.

Seperti yang dilakukan kemarin (17/2/2020) usai kebakaran di belakang Kantor Desa Gunung Kijang. Usai memdamkan api, Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang P Silalahi melalui Kanit Binmas, Ipda Saronto langsung mengumpulkan masyarakat setempat.

“Sebelum kejadian jauh-jauh hari kami sudah melakukan sosialisasi. Kemudian usai kejadian itu kami kembali memberikan pemahaman pada masyarakat sekitar. Tujuanya, agar kedepan tidak ada lagi Karhutla di Bintan ini,” ujarnya, Selasa (18/2/2020).

Kepada masyarakat Saronto menjelaskan pada masyarakat UUD 32 Pasal 108 tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dimana bagi mereka yang membakar Hutan dan lahan diancam dengan hukuman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 milliar.

“Ada ancaman juga (pembakar hutan dan lahan), yaitu 10 tahun penjara dan Rp 10 milliar denda. Dengan begitu, kami berharap masyarakat kedepan lebih hati-hati. Jangan buang puntung rokok sembarang dan juga agar jangan membakar sampah sembarang,”ungkapnya.

Selain sosialisasi lanjutnya, jajaran Polsek Gunung Kijang juga memasang spanduk himbauan di beberapa titik yang dinilai rawan kebakaran. Dimana di spanduk itu tertulis juga ancaman yang menanti bagi mereka yang ketahuan membakar hutan.

Ditanya terkait ada atau tidaknya tersangka atas terbakarnya hutan selama ini, ia mengatakan “Masih dalam lidik”. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY