BERBAGI
Hari perwakilan dari KDN Kepri

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN-Meskipun sudah memiliki Free Trade Zone atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sejak tahun 2009 lalu tidak membuat harga barang di Bintan lebih murah. Malahan, harga jualnya justru jauh lebih tinggi dibanding harga Jawa dan Bali.

Permasalahan ini menjadi salah satu topik trending topik pembicaraan dalam Kelompok Diskusi Nusantara (KDN) di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kijang, Kabupaten Bintan Sabtu (30/6/2018).

Dalam sambutan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) dan UKM, Bintan Dian Nusa misalnya. Dian mebandingkan harga barang saat melakukan perjalanan dinas di Jawa dan Bali.

Selain itu, Dian juga mensinyalir adanya oknum-oknum yang memanfaatkan KEK ini untuk kepentingan pribadi. Misalnya, barang-barang dari Jawa justru berasal dari Bintan melalui pelabuhan Kijang.

“Kita bisa melihat sendiri kehadiran KEK di Kalang Batang sudah ada sejak sekian lama. Namun tidak ada pengaruh pada masyarakat seperti turunnya harga barang. Justru harga kebutuhan di Bintan lebih tinggi di banding Jawa. Jadi harusnya ini menjadi perhatian bersama mengingat lahan yang dipakai oleh PT BAI tidak sedikit. Terlebih karena KEK ini memberikan effek negative pada nelayan setempat,” ujar Dian Nusa.

Beberapa warga terlihat seius dalam diskusi yang digelar Kelompok Diskusi Nusantara

Mengingat effek negativ terhadap masyarakat dan tidak adanya keuntungan yang didapat membuat KDN melakukan diskusi. Tujuanya untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Hari perwakilan dari KDN Kepri mengatakan kehadiran FTZ / KEK ini memunculkan pro dan kontra. Pasalnya, meskipun KEK sudah ada, namun tidak memberikab effek pertumbuhan ekonomi langsung pada masyarakat sendiri.

“Untuk itu, kita mengundang masyarakat dan pihak-pihak yang berwewenang mendiskusikan hal ini. Sehingga KEK dapat konstribusi langsung pada masyarakat,” sebut Hari.

Lebih lanju ia menambahkan, hasil dari diskusi ini nantinya akan di kirim ke Kementeria terkait supaya dapat ditindak lanjut.

“Jadi kuta bukan menggalkan adanya KEK. Justru kita memberika solusi. Masakan yang ada malah kita gagalkan? Jadi sekali lagi kita memberika solusi demi kepentingan masyarakat, Daerah dan Bangsa,” pungkasnya.(ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY