BERBAGI
Penemuan sesosok Mayat disemak-semak sekitar Duriangkang, ta jauh dari Bukit Perkemahan, Kabil, Batam | Foto : Dok.

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dua bulan lebih berlalu, sejak hilangnya almarhum Lia Arzalina 3 Juli 2016 lalu dan kemudian ditemukan hanya tinggal kerangka di kawasan Hutan DAM Duriangkang, Batam, membuat masyarakat sempat gempar.

Ya, akan kasus itu. Jajaran Polresta Barelang seakan mengambil langkah sigap untuk menangani perkaranya.

Untuk memberi rasa percaya, aman dan menyelesaikan konflik yang terjadi. Langkah ini dilakukan jajaran Kepolisian, namun hingga kini tak kunjung mendapat titik terang.

“Kita akan mengambil sampel DNA almarhum ayah korban (Zamzali, red) dan membongkar kuburnya. Ini dilakukan, untuk mencocokkan kemungkinan setiap DNA yang ada,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, beberapa saat lalu.

Namun, apakah hal itu sudah dilakukan? Tentu belum dan belum diketahui bagaimana rimbanya.

Hingga kini, penanganan dugaan kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Lia Arzalina masih macet.

Belum lagi saat ditemukannya sesosok kerangka kecil, yang diduga merupakan tengkorak kepala janin berusia 6 bulan dibagian kerangka Lia, Mahasiswi STAI Ibnu Sina Batam itu.

Kemunginan, saat dibunuh, Lia tengah mengandung janin tersebut. Namun, siapa ayah dari Janin itu? Saat ditanya dan sampel DNA mantan pacar Lia diambil. Hasilnya ‘Negatif’, janin itu bukanlah hasil buah kasih Lia dan mantan pacarnya.

Lalu siapa?

Akan hal ini, Kepolisian tentu harus mencari jurus jitu. Untuk mencari tahu siapa ayah dari janin tersebut dan siapa yang membunuh Lia Arzalina.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kompol Memo saat itu hanya menegaskan akan terus melanjutkan kasus tersebut hingga mendapat titik terang.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY