BERBAGI
Gedung DPRD Bintan saat dikunjungi awak Media kosong

 

CENTRALBATAM.CO.ID,BINTAN –Gedung Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan di Desa Bintan Bunyu, pada hari Jumat (29/7/2016) kosong melompong. Kekosongan gedung ini Dewan ini diduga sengaja dilakukan karena sebagaian anggota Dewan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar Daerah.

Sementara yang tidak ikut Kunker memilih untuk ikut-ikutan bolos alias tidak ngantor. Selain dari 3 orang pegawai berada di dalam gedung mewah tersebut, beberapa Pegawai yang biasa bertugas disana, termasuk Sekretaris Dewan (Sekwan), Agus Nawarman juga memilih absen.

Ruang Staf kepegawaian Dewan Juga kosong
Ruang Staf kepegawaian DPRD Bintan semua dalam keadaan tertutup

Saat awak media memasuki mencoba mengabadikan foto-fot seluruh ruangan yang hanya meja dan kursi beserta beberapa buku yang agak berserak, salah satu staff wanita keluar dan bertanya ‘kalian darimana’. Namun begitu awak media mengatakan ‘dari media’ dirinya langsung masuk kantor dan enggan menjawab kenapa anggota dewan semua absen.

Salah satu Anggota Dewan, Editya Warman saat dihubungin mengakui dirinya sedang melakukan tugas di Jakarta. Sedangkan alasan mengapa gedung DPRD Bintan kosong melompong alias tidak ada staff yang hadir, dirinya mengaku tidak tahu.

Dikatakan Edy, pada hari kamis (28/7/2016) kemarin dirinya serta beberapa anggota dewan lain berangkat ke Surabaya, Jogya dan Jakarta.

“Kami kemarin berangkat hari kamis. Dan sekarang kami sedang berada di Jakarta melakukan Kunker membahas laporan APN bersama Mentri dalam Negeri,”ujar Edi melalui sambungan telpon.

Awak Media Menunjukan salah satu ruangan komisi dewan yang jua kosong
Awak Media Menunjukan ruang komisi III dengan pintu tertutup

Ditanya siapa saja anggota dewan yang ikut Kunker, Edy enggan menjawab. Melalui sambungan telpon Edy hanya menegaskan bahwa dirinya tidak ke kantor karena sedang ada kunker. Sementara anggota Dewan beserta pegawai di DPRD tidak hadir, dirinya tidak tahu menahu.

Menanggapi permasalahan kekosongan gedung ini, beberapa warga mengaku kesal dengan ulah anggota dewan dan pegawai setempat. Pasalnya, sebagai wakil rakyata, harusnya anggota dewan memeberikan contoh pada warga.

Karena itu, warga mengatakan memilih untuk tidak berpartisipasi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang. Sebab, menurut mereka anggota Dewan kerjanya makan gaji buta . Selain itu, anggota dewan juga dinilai mau menyalami warga saat-saat kampaye saja.

“Mereka itu wakil rakyata, masakan mereka (DPRD) malah ngajari pegawai lain untuk bermalas-malasan?. Malas lah nyoblos-nyoblos dewan yang manisnya Cuma dijanji aja,”ujar Heli yang diamani bersama warga lain saat ditemui di Warungkopi 178 batu 16.

Penulis :Setianus Zai

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan