BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus bertahan cukup lama di kisaran Rp 13.000 sepanjang tahun ini. Bahkan sempat mendaki ke titik tertingginya di 13.960.

Bayangkan, dari titik tertingginya itu di awal 2016, kini mata uang Paman Sam jatuh ke kisaran Rp 12.945. Rentang yang cukup dalam.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (27/9/2016), butuh waktu lebih dari satu tahun untuk The Greenback kembali bergerak di bawah Rp 13.000. Pertama kali dolar AS tembus Rp 13.000 pada 6 Mei 2015.

Sejak saat itu, dolar AS pernah mencapai posisi paling tinggi di Rp 14.705 pada 28 September 2015. Penguatan dolar AS ini sejalan dengan naiknya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada waktu itu.

Setelah naik tinggi dalam satu tahun terakhir ini, dolar AS akhirnya lengser juga dari Rp 13.000. Penguatan rupiah terjadi berkat program pengampunan pajak alias Tax Amnesty yang dicanangkan pemerintah.

Berkat program ini, dana-dana WNI yang disimpan di luar negeri bisa pulang kampung sehingga membuat Indonesia banjir likuiditas.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY